menyanyi lagu ambon
Minggu, 17 November 2019
Minggu, 06 Oktober 2019
Menyiapkan Dokumen Bisnis
Manajemen Perkantoran
Dosen Pembimbing : Silvy . T . Sambuaga , SE , MSi
Kelompok 4 :
1. Galuh Susilo
2. Kesya Longdong
3. Rahuel Sandag
4. Pink Glenda Katoppo
5. Frangky Dipipi
Materi :
Menyiapkan Dokumen Bisnis
h.
Receipt (Kuitansi)
Dosen Pembimbing : Silvy . T . Sambuaga , SE , MSi
Kelompok 4 :
1. Galuh Susilo
2. Kesya Longdong
3. Rahuel Sandag
4. Pink Glenda Katoppo
5. Frangky Dipipi
Materi :
Menyiapkan Dokumen Bisnis
1. Pegertian dokumen Bisnis
Menurut Kimmel (2002) dalam Nuraida (2008)
sales may be made on credit or for cash.
Every sales transaction should be supported by a business document that
provides written evidence of the sale. Kualitas formulir yang digunakan
dalam transaksi bisnis dapat mempengaruhi efisiensi dan efektivitas transaksi,
sehingga salah satu subjek dari manajemen perkantoran atau manajemen
administrasi adalah merencanakan dan mengendalikan formulir kantor.
Sedangkan menurut Birt mengemukakan bahwa source document are
essential financial records because they are the foundation of your financial
recording system. A process, the
financial data found on source document which records transaction
details. In the financial recording process, the financial data found on source
documentis entered into relevant journal books.
Penanganan Dokumen bisnis dilakukan oleh
perusahaan. Berikut tujuan dibuatnya dokumen bisnis menurut Nuraida (2008) adalah
:
1.
Melancarkan
aktivitas kantor
2.
Keseragaman
pembentukan informasi.
3.
Sebagai bukti
autentik atau sah.
4.
Menghemat biaya
karena formulir berwujud kertas yang harganya relatif lebih murah.
Formulir harus diberi nomor formulir sebagai bukti
bagi para akuntan berkaitan dengan jumlah penjualan yang benar-benar akurat,
dengan demikian dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya manipulasi. Bukti
jumlah penjualan ini digunakan untuk pembayaran pajak. Nomor formulir harus
diurutkan untuk memudakan tindakan audit.
Merekam informasi bisnis penting
dilakukan, karena:
1.
Memberikan
informasi yang jelas bagi pihak intern perusahaan dan mempermudah tindakan
audit.
Contohnya : Merekam laporan kas kecil setiap bulan dari
jumlah kas kecil yang dikeluarkan setiap harinya untuk mengevaluasi kinerja
bagian keuangan, dan sebagainya.
2.
Memberi keuntungan
bagi orang yang bernegosiasi dengan organisasi.
Contohnya : jika perusahaan meminjam sejumlah dana
kepada bank akan meminta copy dari
laporan laba rugi dan neraca perusahaan, dengan demikian Statement of account untuk setiap periode perlu dibuat.
2.
JENIS-JENIS
DOKUMEN BISNIS
Jenis-jenis dokumen bisnis
adalah sebagai berikut :
a.
Surat Pemesanan Barang
Surat pemesanan barang adalah formulir dimana di
dalamnya termuat pemberitahuan permintaan atau pemesanan barang atau jasa atau
sesuatu yang dibutuhkan dari pihak konsumen ke pihak penyedia, termasuk
permintaan pihak internal perusahaan dari satu bagian ke bagian lain.
Contoh order forms sebagai berikut :
1)
Di lingkungan
perusahaan (Intern)
a.
Daftar
permintaan barang
Tujuan dari daftar permintaan barang adalah meminta
sejumlah barang kepada atau antara bagian ke bagian atau unit didalam
perusahaan. Daftar permintaan barang dibuat dalam dua rangkap, formulir asli
dikirimkan kebagian yang dituju, sedangkan formulir lai dijadikan arsip di
bagian atau unit peminta.
b.
Daftar
Permintaan Pembelian (DPP)
DPP dibuat dalam tiga rangkap, lembar pertama untuk
bagian pembalian, lembar kedua untuk bagian gudang, lembar ketiga untuk bagian
produksi.
b.
Purchase Order
(PO)
Purchase order
adalah formulir yang memberitahukan pemesanan barang dari pelanggan kepada
penyedia dimana di dalam formulir tersebut berisi barang-barang yang dipesan. Purchase Order dibuat dalam tiga
rangkap, lembar pertama (asli) untuk bagian penjualan di pihak penjual, lembar
kedua dan lembar ketiga untuk pihak pembeli. Lembar kedua diberikan kepada
bagian gudang sebagai pemberitahuan bahwa permintaan akan sejumlah barang
sedang dalam proses pembelian. Lembar ketiga untuk bagian akuntansi atau
keuangan, lembar ini digunakan sebagai arsip pembelian.
Informasi yang harus tercantum dalam Purchase Order adalah :
·
Tanggal
·
Nomor
·
Nama dan alamat
penjual
·
Nama dan alamat
pembeli
·
Deskripsi
barang, harga satuan, kuantitas dan harga total barang
·
Instruksi
mengenai waktu pengiriman dan cara pengiriman yang diinginkan
·
Tanda tangan
petugas pembelian
c.
Delivery Note atau Delivery Order (Surat Pengiriman
Barang)
Delivery order merupakan formulir yang isinya memberitahukan
mengenai pengiriman barang dan berfungsi sebagai pengantar barang dari penyedia
kepada konsumen. Delivery order dipergunakan
sebagai bukti yang menyatakan bahwa barang yang telah dikirim dari penyedia ke
konsumen, sedangkan bagi pihak konsumen berfungsi untuk mencocokkan barang yang
diterima dengan barang yang telah dipesan.
Delivery order dibuat dalam tiga rangkap dan dikirimkan semua ke
konsumen. Sebelumnya, konsumen mencocokkan terlebih dahulu delivery order dengan barang yang diterima, kemudian menandatangani
formulir tersebut, setelah ditandatangani, lembar pertama disimpan oleh
konsumen, sedangkan lembar kedua dan ketiga dikembalikan lagi kepada penyedia,
yaitu untuk bagian gudang dan bagian penjualan (guna dibuat faktur).
Delivery Note memberikan informasi yang sama seperti invoice / faktur, kecuali harga yang
tidak perlu dicantumkan didalamnya.
Informasi yang tercantum dalam delivery order adalah ;
·
Tanggal
·
Nomor
·
Nomor order (DO)
·
Nama dan alamat
pembeli
·
Nama dan alamat
penjual
·
Deskripsi
singkat tentang barang
·
Tanda tangan
pembeli
·
Tanda tangan
pengirim
d.
Invoice (Faktur)
Faktur adalah formulir yang dibuat oleh penyedia
untuk memberitahukan secara lengkap barang-barang yang sudah diterima atau
sudah terjual. Faktur digunakan untuk sejumlah pembelian yang dilakukan secara
kredit namun sering dipergunaan juga untuk pembelian secara tunai.
Faktur dibuat dalam tiga rangkap, lembar pertama
dikirim kebagian keuangan di pihak konsumen, lembar kedua dan ketiga untuk
pihak penyedia (Bagian Akuntansi dan Bagian Penjualan). Faktur dikirimkan oleh
pihak penyedia setelah delivery order
diberikan, tujuan pengiriman faktur adalah menyatakan bahwa barang-barang yang
diterima atau terjual.
Perbedaan delivery
order dengan faktur adalah delivery
order tidak mencantumkan harga barang, sedangkan faktur mencantumkan harga
satuan beserta diskon barang tersebut.
Informasi yang perlu dicantumkan dalam faktur adalah
;
·
Nomor
·
Nomor order (DO)
·
Tanggal
·
Deskripsi barang
·
Kuantitas dan
harga barang setiap unit
·
Total harga
barang yang telah dipesan
·
Syarat pembayaran
dan diskon penjualan
·
Pajak penjualan
·
Ongkos kirim
atau ongkos angkut
·
Jumlah yang
harus dibayar, ditunjukkan dalam angka dan kalimat
·
Nama dan alamat
pembeli
·
Nama dan alamat
penjual
e.
Credit Note (Nota Kredit)
Credit
note dibuat apabila konsumen
mengembalikan sejumlah barang kepada penyedia dan membatalkan pembelian atas
barang-barang tersebut. Penyedia membuat dan mengirimkan credit note kepada konsumen. Credit
note adalah formulir yang memberitahukan mengenai pengurangan - pengurangan
terhadap barang - barang yang dikembalikan karena diterima pembeli dalam
keadaan rusak, pecah, busuk dan lain - lain. Credit note dibuat dalam
tiga rangkap, yaitu untuk bagian penjualan di pihak penyedia dan bagian
keuangan dipihak konsumen.
Jika ada pengembalian barang dari
pembeli maka jumlah pembayaran adalah jumlah yang tertera pada faktur dikurangi
jumlah yang terdapat pada credit note. Jika
tidak ada pengembalian maka jumlah pembayarannya adalah jumlah yang tercantum
dalam faktur, tetapi jika ada pengembalian barang maka pajak penjualan juga
ditambah dengan jumlah kredit yang diberikan pada pembeli melalui credit note.
Informasi yang harus tercantum dalam credit note adalah:
·
Nomor
·
Nomor faktur
·
Tanggal
·
Nama dan alamat
pembeli
·
Nama dan alamat
penjual
·
Pajak penjualan
·
Jumlah yang
harus dibayar, ditunjukkan dalam angka dan kalimat
·
Alasan
pengembalian
f.
Surat Pernyataan Piutang
Pada akhir periode, penyedia membuat Statement of Account yang memuat pernyataan hutang piutang yang
diberikan kepada debitur pada setiap periode tertentu, umumnya dibuat sebulan
sekali. Fungsinya adalah mencocokkan catatan antara penjual dan pembeli
mengenai jumlah hutang piutang pembeli pada suatu periode. Pembelian secara
kredit dalam satu periode tercantum dalam statement
of account, dengan demikian statement
of account dikirimkan setelah satu periode berlalu.
Informasi yang harus tercantum dalam statement of account adalah :
·
Nomor
·
Tanggal
·
Nama dan alamat
pembeli
·
Nama dan alamat
penjual
·
Jumlah hutang
atau piutang dari bulan sebelumnya
·
Perincian
transaksi dalam satu periode (pembelian, pembayaran, dan pengembalian barang)
·
Total jumlah
hutang atau piutang.
g.
Cheque (Cek), cash
atau Bilyet Giro.
Cek merupakan surat perintah pembayaran dari seseorang
yang menulis cek, dimana orang yang bersangkutan memiliki sejumlah dana disuatu
bank tertentu dan ditunjukkan kepada bank dengan tujuan agar bank tersebut
membayar kepada orang atau perusahaan yang identitasnya tercantum dalam cek
tersebut. Cek dapat diuangkan secara tunai dan digunakan untuk membayar
sejumlah pembelian secara tunai maupun kredit.
Bilyet giro adalah surat perintah pemindahbukuan
dari nasabah suatu bank kepada bank yang bersangkutan untuk memindahkan
sejumlah uang di rekeningnya ke rekening
penerima yang namanya disebut dalam bilyet giro pada bank yang sama atau
bank lain.
Kuitansi adalah tanda bukti pembayaran uang yang
dibuat dan ditandatangani oleh pihak penerima uang. Kuitansi yang asli
diserahkan kepada pihak yang membayar, sedangkan tembusannya, kuitansi disimpan
pihak penerima.
3. TAHAPAN-TAHAPAN TERJADINYA DOKUMEN BISNIS
tahapan-tahapan yang terjadi dalam transaksi bisnis, khususnya
perusahaan yang melakukan transaksi secara kredit adalah sebagai berikut:
a.
Good Ordered :
Order form (Surat Pemesanan
Barang)
b.
Goods Delivered :
Delivery Note/Delivery Order
(Surat Pengiriman Barang)
c.
Goods Supplied : Invoice (Faktur)
d.
Some Goods Returned
: Credit Note (Nota Kredit)
e.
Account Sent
: Sent Account (Surat
Pernyataan Piutang)
f.
Payment Given :
Cheque (Cek), cash
atau Bilyet Giro.
g.
Receipt Given :
Receipt (Kuitansi)
Minggu, 15 September 2019
Menjadi seorang sekretaris yang profesional
KESEKRETARIATAN
Senin,16 september 2019
Dosen Pembimbing : Gratia Natrina Kaparang,S.AB,M.AB
BAGAIMANA MENJADI SEKRETARIS PROFESIONAL
Cara Menjadi Sekretaris Profesional
Apa yang ada pada bayangan Anda ketika mendengar kata
sekretaris? Ketika mendengar kata sekretaris tentunya sebagian besar orang
mengatakan bahwa seorang wanita cantik dengan penampilan yang rapi dan selalu
berada di kantor dengan membawa map atau beberapa helai kertas untuk sang
pemimpin. Anggapan tentang sekretaris itu memang benar karena sekretaris
merupakan seseorang yang membantu pekerjaan bos atau pemimpin. Selain itu,
sekretaris juga terkadang diberi kepercayaan untuk mengetahui dan menjaga
rahasia perusahaan karena dirinya berhubungan langsung dengan bos atau
pemimpin. Keberadaan sekretaris cukup penting bagi sebuah perusahaan. Tanpa
adanya sekretaris, pimpinan perusahaan akan sulit fokus pada
pekerjaan-pekerjaan besar sebagai seorang pemimpin sehingga harus ada
sekretaris yang bisa mengurusi berbagai keperluan-keperluan “Kecil” sang
pemimpin. Untuk bisa mengurusi segala urusan perusahaan dengan baik, seorang
sekretaris harus profesional. Namun, ketahuilah bahwa sekretaris profesional
itu tak harus wanita cantik yang berpenampilan menarik. Seorang pria pun juga
bisa menjadi sekretaris profesional. Bagi Anda yang ingin menjadi sekretaris
profesional, berikut tips yang bisa
diberikan:
1.
Memiliki kepribadian yang baik
sekretaris Seorang sekretaris bukan hanya harus berpenampilan menarik, tapi
juga harus memiliki kepribadian yang baik. Seorang sekretaris profesional harus
ramah, baik, dan bertanggung jawab pada semua tugasnya. Bukan hanya baik kepada
bos saja, tapi sekretaris juga harus menunjukkan kepribadian yang baik kepada
relasi atau kawan sekantor.
2.
Memiliki etika yang baik Selain
memiliki kepribadian yang baik, seorang sekretaris juga harus memiliki etika
yang baik. Etika yang baik itu, seperti baik dalam hal berbicara, makan, duduk,
dan lain sebagainya. Etika yang baik itu harus dimiliki oleh seorang sekretaris
karena berkaitan dengan citra perusahaan.
3.
Pandai bicara di depan publik
Terkadang, sekretaris diminta untuk menemani pemimpin untuk melakukan
presentasi menggantikan dirinya. Untuk itu, seorang sekretaris harus bisa
belajar bicara yang baik di depan publik atau pada saat meeting.
4.
Membuat citra baik untuk perusahaan
Citra perusahaan merupakan hal yang harus dijunjung tinggi. Karena sekretaris
merupakan tangan kanan sang pemimpin perusahaan, dirinya harus menampilkan
citra perusahaan yang baik. Buatlah citra perusahaan baik di hadapan perusahaan
yang lain atau publik.
5.
Pandai menjaga rahasia Seorang
sekretaris terkadang juga diberi kepercayaan oleh pemimpin untuk mengetahui dan
menjaga rahasia perusahaan. Hal tersebut dikarenakan sekretaris selalu
berhubungan dan mengetahui apapun yang dikerjakan oleh sang pemimpin. Untuk
itu, seorang sekretaris harus pandai menjaga rahasia perusahaan maupun rahasia
pribadi pemimpin.
6.
Mengerti teknologi Seorang sekretaris
bukan hanya pandai berdandan, tapi harus juga mengerti teknologi. Dengan
mengerti teknologi tentunya akan memudahkan seorang sekretaris untuk
mendapatkan informasi, menerima atau mengirim email, dan lain sebagainya.
7.
Mengerti accounting dan pembukuan
Sekretaris juga harus mengerti accounting dan pembukuan. Hal tersebut harus
dikuasai agar bisa melakukan pembukuan kantor. Dengan menguasai hal tersebut,
tentunya Anda bisa menjadi seorang sekretaris profesional.
8.
Harus bisa bahasa asing Menguasai
bahasa asing menjadi nilai tambah jika dimiliki oleh seorang sekretaris.
Terkadang, atasan meminta seorang sekretaris untuk bertemu dengan relasi yang
berasal dari luar negeri.
Itulah cara menjadi seorang sekretaris yang profesional.
Untuk menjadi seorang sekretaris yang profesional sebaiknya jangan suka
bergosip. Hal tersebut dikarenakan akan sangat berbahaya bagi kariernya karena
sekretaris mengetahui rahasia perusahaan dan rahasia pemimpin. Bagaimana, Anda
berminat untuk menjadi sekretaris profesional?
1.
Latar Belakang Permasalahan
Di zaman ekonomi global dengan
tingkat teknologi tinggi, para esekutif menjadi tergantung pada dukungan
staf-nya untuk mengontrol sisitem yang baru. Sedangkan kondisi dari para pelaku
bisnis adalah menghadapi bebagai tantangan dan berada dalam lingkungan yang
serba bersaing. Kondisi demikian membuat para pimpinan perusahaan membutuhkan
jasa sekretaris yang lebih handal dan profesional.
Era globalisasi informasi dan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi menuntut orang – orang yang menggeluti profesi sekretaris untuk selalu menyesuaikan diri dan memperlebar wawasan. Tingkat kompetensi sekretaris yang kini dimiliki perlu ditingkatkan sehingga terjadi dalam rangka bersaing dengan tenaga- tenaga sekretaris yang tidak mustahil akan didatangkan dari luar.Oleh investor asing yang mempunyai kesempatan untuk berbisnis di Indonesia, dengan kata lain terbentang persaingan yang tajam.
Gejala – gejala yang di butuhkan di atas adalah wajar mengingat demi efisiensi dan efektifitas, ada kecenderungan para pelaku bisnis untuk memanfaatkan tenaga sekretaris secara efisiensi. Kecenderungan ini akan mengakibatkan adanya persaingan yang tajam untuk menduduki jabatan sekretaris.
Dalam era globalisasi, fungsi dan peranan sekretaris semakin dibutuhkan oleh para manajer. Para manajer dalam memanfaatkan waktunya lebih berkonsentrasi pada tugas managerialnya yang penuh tantangan itu dan segala pekerjaan staf didelegasikan kepada sekretarisnya. Sebagai konsekuensi logis sekretaris pun akan menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Untuk menghadapi tantangan tersebut tidak ada alternatif lain bagi sekretaris kecuali mengantisipasi situasi yang akan datang dengan mengembangkan diri, melalui kompetensinya dengan cara :
§ Memiliki sikap dan kepribadian yang sesuai dengan posisinya sebagai sekretaris
§ Memiliki berbagai pengetahuan yang menunjang pekerjaannya
§ Terampil dalam memakai alat kantor berteknologi tinggi
§ Terampil dalam mengelola kantor
§ Cakap dalam berhubungan dengan pimpinan dan orang lain
§ Menguasai bahasa asing terutama Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional
Didasari oleh latar belakang permasalahan diatas, maka tugas makalah Pengembangan Diri ini kami beri judul dengan “Upaya Pengembangan / Kiat meng-upgrade Sekretaris Profesional”
Era globalisasi informasi dan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi menuntut orang – orang yang menggeluti profesi sekretaris untuk selalu menyesuaikan diri dan memperlebar wawasan. Tingkat kompetensi sekretaris yang kini dimiliki perlu ditingkatkan sehingga terjadi dalam rangka bersaing dengan tenaga- tenaga sekretaris yang tidak mustahil akan didatangkan dari luar.Oleh investor asing yang mempunyai kesempatan untuk berbisnis di Indonesia, dengan kata lain terbentang persaingan yang tajam.
Gejala – gejala yang di butuhkan di atas adalah wajar mengingat demi efisiensi dan efektifitas, ada kecenderungan para pelaku bisnis untuk memanfaatkan tenaga sekretaris secara efisiensi. Kecenderungan ini akan mengakibatkan adanya persaingan yang tajam untuk menduduki jabatan sekretaris.
Dalam era globalisasi, fungsi dan peranan sekretaris semakin dibutuhkan oleh para manajer. Para manajer dalam memanfaatkan waktunya lebih berkonsentrasi pada tugas managerialnya yang penuh tantangan itu dan segala pekerjaan staf didelegasikan kepada sekretarisnya. Sebagai konsekuensi logis sekretaris pun akan menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Untuk menghadapi tantangan tersebut tidak ada alternatif lain bagi sekretaris kecuali mengantisipasi situasi yang akan datang dengan mengembangkan diri, melalui kompetensinya dengan cara :
§ Memiliki sikap dan kepribadian yang sesuai dengan posisinya sebagai sekretaris
§ Memiliki berbagai pengetahuan yang menunjang pekerjaannya
§ Terampil dalam memakai alat kantor berteknologi tinggi
§ Terampil dalam mengelola kantor
§ Cakap dalam berhubungan dengan pimpinan dan orang lain
§ Menguasai bahasa asing terutama Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional
Didasari oleh latar belakang permasalahan diatas, maka tugas makalah Pengembangan Diri ini kami beri judul dengan “Upaya Pengembangan / Kiat meng-upgrade Sekretaris Profesional”
2.
Permasalahan
Adapun pokok-pokok permasalahan yang diangkat dalam makalah ini adalah sebagai
berikut :
3.
Pembahasan Permasalahan
Sebelum membahas satu-persatu permasalahan yang ada, maka perlu diketahui terlebih sebelum pengertian dari sekretaris itu sendiri.
§ Definisi Sekretaris
Sebelum membahas satu-persatu permasalahan yang ada, maka perlu diketahui terlebih sebelum pengertian dari sekretaris itu sendiri.
§ Definisi Sekretaris
s Sekretaris berasal dari Bahasa Latin : Secretum yang artinya rahasia
Sekretaris berasal dari Bahasa Inggris : Secret yang artinya rahasia
Sekretaris berasal dari Bahasa Inggris : Secret yang artinya rahasia
Berarti Sekretaris adalah orang yang diberi kepercayaan untuk menyimpan rahasia
dalam melaksanakan pekerjaannya.
Beberapa definisi lain mengenai sekretaris :
Beberapa definisi lain mengenai sekretaris :
§ Professional Secretaries International
(PSI) :
Seorang sekretaris adalah assisten pimpinan yang memiliki keahlian mengurus kantor, menampilkan kemampuan menerima tanggung jawab tanpa diarahkan atau diawasi, berinisiatif dan penuh pertimbangan, serta mengambil keputusan sesuai dengan ruang lingkup wewenang tugasnya.
§ Betty Hutchinson dan Carol Milano :
Seorang Sekretaris adalah seorang professional yang menampilkan aneka macam tanggung jawab tugas kesekretarisan dengan penuh kompetensi, dapat dipercaya dan berkepribadian.
Setelah itu, kemudian akan dibahas masing-masing permasalahan tersebut secara satu persatu :
Seorang sekretaris adalah assisten pimpinan yang memiliki keahlian mengurus kantor, menampilkan kemampuan menerima tanggung jawab tanpa diarahkan atau diawasi, berinisiatif dan penuh pertimbangan, serta mengambil keputusan sesuai dengan ruang lingkup wewenang tugasnya.
§ Betty Hutchinson dan Carol Milano :
Seorang Sekretaris adalah seorang professional yang menampilkan aneka macam tanggung jawab tugas kesekretarisan dengan penuh kompetensi, dapat dipercaya dan berkepribadian.
Setelah itu, kemudian akan dibahas masing-masing permasalahan tersebut secara satu persatu :
Kurangnya keterampilan seorang sekretaris dalam
berkomunikasi secara efektif
Seorang
sekretaris setiap harinya berkomunikasi dengan tamu- tamu dengan berbagai
tingkatan atau golongan. Untuk itu seorang sekretaris harus mampu berkomunikasi
dengan baik dan menguasai bahasa Indonesia dan beberapa bahasa asing dengan
baik. Ia pun dituntut untuk memilih kata dan menyususn kalimat secara baik dan
jelas, menyenangkan semua pihak yang berkomunikasi dengannya. Untuk
meningkatkan kualitas seorang pemimpin harus meningkatkan kuaitas berkomunikasi
dengan meningkatkan bahasa yang dimiliki seperti bahasa Inggris atau bahasa
asing lainnya sehingga dapat berkomunikasi dengan tamu- tamu tingkat eksekutif,
agar seorang sekretaris mampu membantu pimpinan dalam bernegosiasi .
Adapun
kriteria komunikasi yang efektif adalah sebagai berikut :
1.
Penerima
mengerti atau memahami isi pesan
2.
Penerima
dapat menerima atau menyetujui isi pesan
3.
Penerima
mengadakan suatu tindakan (aksi), sesuai dengan yang dikehendaki oleh pengirim.
Sekretaris bertugas mencarikan dan menyajikan informasi kepada pimpinanya. Untuk itu ia harus pandai menggali informasi dari berbagai sumber, lalu menginterpretasikan sehingga dapat memiih informasi yang di nilai bermanfaat untuk disajikan kepada pemimpin
Sekretaris yang bekerja secara paripurna harus mampu berpikir untuk mengidentifikasi sebab dan akibat setiap kali menghadapi masalah dan dapat mencari solusinya dengan tepat. Sehingga pimpinan tidak perlu terus menerus menuntun dan membimbing sekretaris, namun cukup mendelegasikan setiap penugasan kepada sekretaris dan sekretaris yang bersangkutan mampu menyelesaikannya secara paripurna.
Pimpinan cukup memberi instruksi kepada sekretaris secara garis besar dan memberi delegasi secukupnya, selanjutnya menjadi tanggung jawab sekretaris untuk menindak lanjuti, termasuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam setiap menyelesaikan tugasnya.
Tugas-tugas sekretaris itu meliputi :
1. Tugas Administrasi
Tugas ini meliputi :
§ Korespondensi
§ Filling
§ Mengambil dan menyalin dikte dari pimpinan
§ Mengurus surat masuk dan surat keluar
§ Travel Arrangements
§ Organize meeting
§ Making appointments
§ Handling all confidential matters
2. Tugas Receptionist
§ Menerima dan menjawab telepon
§ Mencatat pesan-pesan lewat telepon
§ Menerima dan melayani tamu baik yang diharapkan maupun yang tidak diharapkan
§ Mencatat janji-janji untuk pimpinan
3. Tugas Keuangan
§ Mengurus keuangan pribadi pimpinan dengan bank
§ Membayar rekening-rekening, pajak, sumbangan
§ Membuat dan mengelola kas kecil (petty cash)
§ Membuat laporan perjalanan dinas pimpinan
4. Lain-lain
§ Personal matters
§ Monitoring and procuring order
Contohnya : mengecek stock stationary, kertas fax, office supplies, dan lain sebagainya
§ Menterjemahkan
§ General Affair duties
Contohnya : menghitung saldo cuti karyawan, menghitung uang lembur, menghitung uang makan siang.
Seseorang yang tidak memiliki komitmen dalam tugasnya hanya
menyelesaikan pekerjaan didasari oleh kataatan pada norma- norma formal yang
berlaku, yang mengikat orang untuk melaksanakan tugasnya. Namun apabila
pengawasan mengendur atau sangsi tidak diterapkan secara konsisten, maka orang
akan cenderung melanggar aturan ataupun menghindari tanggung jawab.
Fungsi sekretaris menuntut mampu bekerja mandiri, bekerja tanpa pengawasan, untuk itu harus memiliki komitmen pada tugas sebagai salah satu cirri sekretaris yang profesional.
Fungsi sekretaris menuntut mampu bekerja mandiri, bekerja tanpa pengawasan, untuk itu harus memiliki komitmen pada tugas sebagai salah satu cirri sekretaris yang profesional.
Kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang sekretaris adalah sebagai berikut :
1.
Kemampuan
dan keterampilan teknis yang harus dan mutlak dikuasai oleh seorang sekretaris
seperti computer, bahasa inggris, shorthand dan filling
2.
Kemampuan
berkomunikasi dan berinteraksi
3.
Keterampilan
penggunaan mesin-mesin kantor (PABX, mesin printer, mesin fotocopy, scanner,
mesin fax, dan lain sebagainya).
Oleh karena tugas sekretaris adalah berhubungan dengan berbagai macam individu yang masing-masing berbeda latar belakang, berbeda status sosial, berbeda kepentingan, berbeda kedudukan, maka sekretaris dituntut mampu memahami pihak- pihak yang berhubungan dengannya. Hal yang perlu diperhatikan dalam human relation adalah team work, positif thinking, good remainder, Discrete, dan Tacful.
Oleh karena tugas sekretaris adalah berhubungan dengan berbagai macam individu yang masing-masing berbeda latar belakang, berbeda status sosial, berbeda kepentingan, berbeda kedudukan, maka sekretaris dituntut mampu memahami pihak- pihak yang berhubungan dengannya. Hal yang perlu diperhatikan dalam human relation adalah team work, positif thinking, good remainder, Discrete, dan Tacful.
Penjabarannya adalah sebagai berikut :
1.
Team Work : Mampu
bekerja sama dalam team
Tidak boleh menganggap diri lebih hebat, meremehkan orang lain, menutup mata
pada keberhasilan dan kelebihan orang lain.
2.
Positif Thinking
Komponen yang positif pada first impression :
§ Sebut nama lawan bicara Anda
§ Sambut tamu di pintu ruang Anda
§ Tersenyum ketika berjumpa dengan tamu
§ Salam dan mengulurkan tangan
§ Jangan bicara terlalu pesan / keras
§ Tunjukkan keramahan kepada setiap orang
Komponen yang positif pada first impression :
§ Sebut nama lawan bicara Anda
§ Sambut tamu di pintu ruang Anda
§ Tersenyum ketika berjumpa dengan tamu
§ Salam dan mengulurkan tangan
§ Jangan bicara terlalu pesan / keras
§ Tunjukkan keramahan kepada setiap orang
3.
Good reminder :
Dalam hal ini lebih tertuju kepada Schedule pimpinan, hari ulang tahun pimpinan, karyawan, dan juga rekan bisnis.
Dalam hal ini lebih tertuju kepada Schedule pimpinan, hari ulang tahun pimpinan, karyawan, dan juga rekan bisnis.
4.
Discrete :
Tidak mudah membicarakan masalah seseorang / perihal yang diketahui kepada orang lain yang tidak berkepentingan
Tidak mudah membicarakan masalah seseorang / perihal yang diketahui kepada orang lain yang tidak berkepentingan
5.
Tactful :
Bijaksana dan berhati-hati dalam memilih kata atau berkomentar saat berhubungan dengan pimpinan ataupun orang lain.
Bijaksana dan berhati-hati dalam memilih kata atau berkomentar saat berhubungan dengan pimpinan ataupun orang lain.
6.
Tanggung jawab dalam bekerja
Seorang sekretaris harus memiliki
komitmen dan sikap yang dilandasi rasa tanggung jawabpada tugas maka mereka
akan menyelesaikan tugas atau pekerjaannya karena merasa terikat pada
penyelesaian tugas tersebut, bukan karena terikat pada norma-norma formal,
sehingga apabila tidak menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya, mereka akan
merasa bersalah dan bukannya takut pada sanksi.
Namun apabila seseorang sekretaris terlalu sering menghindar diri dari tanggung jawab, sikap seperti ini mencerminkan kepribadian yang tidak dewasa, labil, tidak dapat dipegang.
Untuk itu sekretaris harus melatih diri untuk menjadi sekretaris yang penuh tanggung jawab, yang mampu bekerja mandiri, bekerja tanpa pengawasan, bahkan dituntut untuk mampu mengawasi dirinya sendiri.
Namun apabila seseorang sekretaris terlalu sering menghindar diri dari tanggung jawab, sikap seperti ini mencerminkan kepribadian yang tidak dewasa, labil, tidak dapat dipegang.
Untuk itu sekretaris harus melatih diri untuk menjadi sekretaris yang penuh tanggung jawab, yang mampu bekerja mandiri, bekerja tanpa pengawasan, bahkan dituntut untuk mampu mengawasi dirinya sendiri.
7.
Kurangnya wawasan atau pengetahuan seorang sekretaris
Pada zaman era globalisasi,
sekretaris harus mengembangkan diri mengikuti perkembangan Ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Untuk menjadi sekretaris yang profesional harus dapat mengikuti perkembangan zaman sehingga mampu dapat mengatasi perubahan dan dapat bekerja semaksimal mungkin untuk menghadapi dunia kerja seorang sekretaris dengan daya saing yang semakin maju.
Adapun pengetahuan dan wawasan yang harus diketahui oleh seorang sekretaris adalah sebagai berikut :
§ Pengetahuan akan bidang usaha tempat kita bekerja
§ Pengetahuan akan produk dari perusahaan
§ Pengetahuan akan Rekanan bisnis pimpinan
§ Pengetahuan akan pesaing dari perusahaan
Ada banyak cara yang dapat diakukan untuk menambah wawasan dan pengetahuan diantaranya adalah :
§ Banyak membaca dan mengikuti perkembangan dari berita-berita surat kabar dan media elektronik
§ Banyak mengikuti forum, workshop, seminar, pelatihan, kursus, diskusi,
§ Dan juga belajar menuangkan isi pemikiran kita dalam bentuk tulisan
Disamping kecerdasan intelektual, kita juga perlu memperhatikan kecerdasan logika dalam emosi kita, diantaranya yaitu :
§ Meningkatkan profesionalisme kerja dan lingkungan kerja yang nyaman
§ Mampu menggunakan emosi secara efektif untuk mencapai tujuan (pengendalian emosi)
§ Memahami emosi orang lain
Profesionalisme yang berhasil adalah yang secara teknik menguasai pekerjaan dan memiliki kecerdasan emosi yang tinggi:
§ Pengambilan keputusan
§ Kepemimpinan
§ Kepuasan pelanggan
§ Kerjasama dan saling percaya
Untuk menjadi sekretaris yang profesional harus dapat mengikuti perkembangan zaman sehingga mampu dapat mengatasi perubahan dan dapat bekerja semaksimal mungkin untuk menghadapi dunia kerja seorang sekretaris dengan daya saing yang semakin maju.
Adapun pengetahuan dan wawasan yang harus diketahui oleh seorang sekretaris adalah sebagai berikut :
§ Pengetahuan akan bidang usaha tempat kita bekerja
§ Pengetahuan akan produk dari perusahaan
§ Pengetahuan akan Rekanan bisnis pimpinan
§ Pengetahuan akan pesaing dari perusahaan
Ada banyak cara yang dapat diakukan untuk menambah wawasan dan pengetahuan diantaranya adalah :
§ Banyak membaca dan mengikuti perkembangan dari berita-berita surat kabar dan media elektronik
§ Banyak mengikuti forum, workshop, seminar, pelatihan, kursus, diskusi,
§ Dan juga belajar menuangkan isi pemikiran kita dalam bentuk tulisan
Disamping kecerdasan intelektual, kita juga perlu memperhatikan kecerdasan logika dalam emosi kita, diantaranya yaitu :
§ Meningkatkan profesionalisme kerja dan lingkungan kerja yang nyaman
§ Mampu menggunakan emosi secara efektif untuk mencapai tujuan (pengendalian emosi)
§ Memahami emosi orang lain
Profesionalisme yang berhasil adalah yang secara teknik menguasai pekerjaan dan memiliki kecerdasan emosi yang tinggi:
§ Pengambilan keputusan
§ Kepemimpinan
§ Kepuasan pelanggan
§ Kerjasama dan saling percaya
Langganan:
Postingan (Atom)
